Archive for November, 2007

Career Day di …..

Wednesday, November 7th, 2007

Kemarin gw presentasi tentang karir dan dunia kerja di salah satu univ swasta yang cukup terkenal di Jakarta Pusat.

Yang membuat gw cukup terkejut adalah bahwa Career Day di Univ yang menurut gw kampusnya tambah megah ini (look at their new building) kok jenis lowongannya terbatas bgt pada satu bidang aja yaitu : Sales……

Gw ga antipati terhadap profesi ini. Bahkan gw justru sedang menyiapkan program dengan Standard Chartered supaya profesi ini ga bikin alergi anak anak BINUS. Karena profesi ini menjanjikan kekayaan, ketenaran, karir yang cukup panjang , akan tetapi juga bisa menjadi jurang kehancuran jika berkarir di tempat yang salah. Makanya gw serius bgt bikin program ini dengan pihak Standchart (kapan bisa selesai ya Pak Erwin?) hehehehe

Tapi menurut gw, jika Career Day di satu univ cuma ada satu jenis lowongan aja, anak2nya bakal dapat apa? Yang ada cuma lowongan agen asuransi, sales kartu kredit, KTA, kredit motor, sales bank, forex dan sejenisnya. What a waste of time.

Gw ga kebayang kalo gw bikin kaya gitu di BINUS. Bisa habis dihajar anak2 BINUS kali gw. Mereka bakalan protes abis kalo ikut Career Day dan cuma ada lowongan yang sejenis kaya gitu.

Salah satu yg menjadi keheranan  gw yg lain lagi adalah tingkat partisipasi anak2 disini terhadap presentasi. Gw pernah ngasi materi di ITB, SBM ITB, Poltek Negeri Jakarta , UI dan BINUS sendiri tentang pengembangan karir. Biasanya pasti ”seru” karena gw ngasih contoh nyata dari kasus yang ada sehari2 atau yg pernah gw alamin. Tapi disini….sepi….

Sayang bgt ya kalo ada org presentasi tp ga bisa digali pengalamannya. Apa mungkin budayanya ky gitu kali ya di univ ini? Sayang……

Will Maxgain learn from Graha Finesa case?

Tuesday, November 6th, 2007

Well,

for me this question will remain unanswer until, either Maxgain dibekukan juga atawa Maxgain masih pasang iklan di tempat gw hehehehehe…

Dari kemarin gw baca blognya ryosaeba dan priyadi ttg Maxgain, gw jadi pingin urun bicara tapi bukan dari sisi jobseeker atau (ngakunya siy) employer. Gw mau bicara dr sisi online recruitment nya alias penyedia jasa nya.

Sebagai orang yang pernah kerja di online recruitment (at least ini perusahaan online recruitment gw yg kedua), walaupun bukan sebagai sales, gw tau banyak kelakuan para sales di online recruitment.

Sorry kawan, but for me you care nothing bout the moral, job seeker and their dream. Gw liat sendiri gmana sales di perusahaan gw yg dulu saling mengejar klien utk mencapai target bulanan. Terutama di perusahaan yg lama gw yg ngga ada gaji tetap buat para sales nya.

Gw tau bgt kalo perusahaan ky Graha Finesa , Maxgain, outsource, credit card, insurance itu jadi rebutan para sales karena rutin masang iklan dan karenanya bisa banyak dpt komisi lah mereka. Shit! Udah gitu bos mereka pun berbesar diri bahwa mereka membantu mengurangi angka pengangguran. What? Apanya yg kurang?

Gw pernah liat dengan mata kepala sendiri, lulusan baru yg masih ijo dr daerah di interview jd sales tanpa tau ky apa siy kerja mereka dan tanpa gaji pula.

Sukurlah di tempat gw skrg , sales nya ada gaji tetap so mereka masih punya keperdulian thdp job seeker. Gw disini pernah diprotes sama jobseeker karena Graha Finesa banyak pasang iklan yg kurang bener, so yang gw  lakukan tinggal bikin surat teguran ke GF dan akhirnya apa? Mereka batalin satu bulan iklan mereka di tempat gw (satu agency) dan yg lain memperbaiki lowongan mereka jd sales beneran.

Gw pikir, kalo semua online recruitment punya sedikit indepedensi dr employer yg pasang iklan di website mereka, tentu nya mereka bs berlaku ky gw. Sayangnya gw pikir hampir semua online recrutiment ga seberuntung gw. Mana mungkin mereka mau kehilangan komisi karena menegur klien nya. Trus kalau mereka berani negur, pasti employer itu bakal pindah ke perusahaan lain atau sales lain di perusahaan yg sama. Trus kalau ngarepin bos mereka utk peduli, mana mau peduli. Yg dilihat pasti bottom line nya…..monthly intake target.

So, apakah Maxgain mau belajar dr kasus GF? Mudah2an aja mereka mau belajar. Mudah2an aja semua model perusahaan ky gitu bs belajar dr film Pursuit of Happines yg memperlihatkan bahwa utk jadi sales di perusahaan model ky gtu itu ga gampang. Sulit dan gw pikir malah bs jd kebanggaan karena diterima nya jg susah.

Ga ky skrg, yg penting setor duit aja dulu gtu. Mau kerja kok bayar!!! No way dude!!! Free Smiley Face Courtesy of www.FreeSmileys.org   

Do you seriously think you can’t live in Jakarta with Rp 150.00?

Friday, November 2nd, 2007

Panjang banget ya judulnya?

Tapi serius deh? Is it possible to live with Rp 150.000,- in Jakarta nowadays? My answer is yes. My wife know how to do it coz her salary with her fulltime teaching job in Jakarta is only this amount. Do you believe it?

You may say it’s because i’m also working so that she can live with it? Is it right? Imagine if she is only on  her own. How can she even go to work with that salary? No way…

Kalau semua gaji guru cuma segitu, gw ga heran orang Indonesia akan tetap bodoh seumur hidup!! Gmana guru bisa konsen ngajar kalau gaji nya aja ga cukup buat berangkat kerja? Mana janji SBY yang mau naikin gaji guru? Apa udah abis di tangan Kasudin, Kasi, Pengawas dan KepSek ya?

My God, I love this country so much Free Smiley Face Courtesy of www.FreeSmileys.org;