Archive for January, 2009

Gaji guru Jakarta cuma Rp 150.000,-

Monday, January 12th, 2009
Kalau membaca spanduk milik salah satu parpol di Jakarta yang pernah mengklaim bahwa partainya lah yang berhasil membuat biaya sekolah gratis , hati jadi miris. Setelah berhasil membuat biaya sekolah dasar menjadi gratis, bagaimana dengan nasib gurunya?

Istri saya mengajar di SD Negeri Cipulir 02 Petang sebagai wali kelas III(tiga). Dan kalian bisa menebak berapa gaji yang dibawa pulang istri saya setiap bulan? Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah)!!!! Padahal istri saya setiap hari mengajar dari pukul 13.00 - 16.30 WIB dan mengajar sekurangnya 3 mata pelajaran setiap hari dan mengajar 36 siswa/i. Kalau buruh berdemo karena UMR tidak mencukupi, bagaimana dengan istri saya?

Bagaimana pendidikan di Indonesia bisa maju kalau gurunya hanya di upah seperti itu? Bagaimana guru bisa tenang mengajar kalau untuk pulang ke rumah saja harus mikir. Untung saya kerja dan saya bilang ke istri untuk meneruskan jadi guru sekedar untuk mencari pengalaman dan bersedekah!

Itulah sebabnya saya tidak percaya kepada partai politik yang suka gembar gembor tentang pendidikan gratis dll dan suka mengumbar janji menaikan gaji guru, karena biasanya semua itu hanya omongan manis belaka. Pendidikannya sudah gratis kapan gaji gurunya diperbaiki.

Sedangkan pegawai di lingkungan Departemen Keuangan gajinya naik terus, gaji guru tetap merangkaka di bawah. Padahal guru inilah yang diandalkan untuk membentuk manusia Indonesia yang bermutu. Jika kondisi seperti ini terus saya yakin Indonesia tidak akan mampu bersaing dengan Malaysia dan akan turun tingkat menjadi sekelas negara negara miskin di Afrika.

Do you know when to stop?

Monday, January 12th, 2009

Tahukah anda kapan harus berhenti?

Saat dulu maju dan berdemo di tahun 98, saat memulai nya di IKIP Jakarta tanggal 2 Mei 1998 saya sangat semangat.

Saat melihat demo yang kami lakukan berubah menjadi kerusuhan massa di 12 Mei 98, saya merasa perjuangan sudah tidak sesuai dengan hati nurani saya ….dan saya berhenti

Kemudian saat melihat rekan rekan saya yang masih berdemo, saya terpanggil untuk membantu perjuangan mereka dan menjadi KSR PMI.

Senangnya hati saya dapat membantu anak anak dan berjuang dengan cara yang saya sukai saat Semanggi 1 dan 2 berlangsung. Saat KSR mulai kurang kerjaan, saya berhenti.

Bulan lalu istri saya menjadi guru honorer. Saya sangat semangat untuk membantu dia menyiapkan bahan bahan ujian dan sebagainya. Saat melihat istri saya diperlakukan dengan semena mena oleh kepala sekolahnya….saya ingin berhenti membantu.

Pada intinya saya sering berhenti….Apakah saya seorang yang mudah bosan?